Kesepakatan $23 Miliar dalam Dua Jam
Tahun 2003. Warren Buffett—salah satu investor paling sukses di dunia—tertarik untuk mengakuisisi McLane Distribution dari Walmart. Ini bukan akuisisi kecil. Ini adalah perusahaan senilai $23 miliar.
Normalnya, transaksi sebesar ini akan memakan waktu berbulan-bulan. Tim pengacara akan memeriksa setiap dokumen. Akuntan akan mengaudit setiap angka. Konsultan akan melakukan due diligence yang sangat detail. Biayanya? Jutaan dolar. Waktunya? Minimal enam bulan, sering lebih dari setahun.
Tapi yang terjadi sangat berbeda.
Warren Buffett dan tim Walmart bertemu selama dua jam. Mereka berbicara. Mereka berjabat tangan. Deal selesai.
Tidak ada tim pengacara yang berlapis-lapis. Tidak ada investigasi berbulan-bulan. Tidak ada dokumen setebal ratusan halaman.
Dalam kurang dari satu bulan, akuisisi terbesar itu selesai. Legal, resmi, dan sempurna.
Dalam surat manajemen tahunannya, Buffett menulis: "Kami tidak melakukan due diligence. Kami tidak perlu. Kami sudah mengenal Walmart selama bertahun-tahun dan kami memercayai mereka."
Apa yang membuat ini mungkin? Trust.
Kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun memangkas waktu dari 6-12 bulan menjadi 2 minggu. Memangkas biaya dari jutaan dolar menjadi hampir nol.
Ini bukan keberuntungan. Ini adalah ekonomi trust yang bekerja.
Dan inilah yang Stephen M.R. Covey—anak dari Stephen R. Covey penulis "7 Habits"—jelaskan dalam bukunya yang revolusioner: Trust bukan sekadar soft skill yang
"nicetohave." Trust adalah hard economic driver yang mengubah kecepatan dan biaya segala hal.