Ukuran teks
18

Anak Pembuat Onar yang Mengubah Dunia

Tahun 1968. Ruang komputer di Lakeside School, Seattle. 

Seorang anak berusia 13 tahun dengan kacamata tebal duduk di depan terminal komputer—mesin sebesar lemari es yang terhubung ke mainframe melalui telepon. Anak-anak lain sudah pulang. Guru sudah pergi. Tapi dia masih di sana, memandangi layar hijau yang berkedip, mengetikkan kode demi kode. 

Ibunya menelepon sekolah untuk kesepuluh kalinya bulan itu: "Apakah William masih di sana?" "Ya, Bu. Dia masih di depan komputer." 

Dia tidak pulang sampai tengah malam. Lagi. Dan besok dia akan kembali. Dan lusa. Dan setiap hari setelahnya. 

Ibunya khawatir. Gurunya khawatir. Mereka pikir anak ini punya masalah—obsesi yang tidak sehat terhadap mesin. 

Mereka tidak tahu bahwa obsesi ini akan mengubah dunia. 

Anak itu bernama William Henry Gates III—yang kita kenal sebagai Bill Gates. 

"Source Code: My Beginnings" adalah kisahnya—bukan tentang bagaimana dia menjadi orang terkaya di dunia (itu nanti). Tapi tentang bagaimana seorang anak yang cerdas tapi nakal, dengan obsesi terhadap komputer, membuat serangkaian keputusan yang pada saat itu tampak gila tapi ternyata mengubah cara dunia bekerja. 

Ini bukan kisah keberuntungan. Ini adalah kisah tentang timing yang tepat, obsesi yang tak tertahankan, dan keberanian untuk bertaruh segalanya. 

Mari kita mulai dari awal.

 


1 dari 11