Ukuran teks
18

Sembilan Tahun, Sendirian, 3.000 Mil

Bayangkan Anda berusia sembilan tahun. 

Usia di mana yang Anda pikirkan seharusnya adalah sepak bola, mainan, teman sekolah. Usia di mana pulang sekolah disambut pelukan ibu dan tanya "sudah makan?" 

Sekarang bayangkan ini: 

Anda berdiri di stasiun bus, memegang tas kecil dengan dua celana, tiga kaos, dan foto orang tua yang tidak Anda lihat selama lima tahun. Nenek memeluk Anda sambil menangis. "Jangan bicara dengan orang asing. Jangan makan makanan dari orang yang tidak kamu kenal. Dengarkan Chino." 

Chino—lelaki yang baru Anda kenal sejam lalu—akan membawa Anda melintasi empat negara, melewati hutan, sungai, gurun, dan perbatasan yang dijaga tentara bersenjata. 

Perjalanan yang konon akan memakan waktu dua minggu. 

Anda tidak tahu perjalanan ini akan berlangsung dua bulan. Anda tidak tahu akan hampir tenggelam, hampir mati kehausan, hampir tertangkap berkali-kali. Anda tidak tahu akan tidur di hutan dengan suara tembakan di kejauhan, berlari dari polisi dengan kaki berdarah, bersembunyi di truk pengangkut hewan selama berjam-jam dalam gelap total. 

Yang Anda tahu hanya satu hal: di ujung perjalanan ini, ada Mamá dan Papá yang menunggu. 

Ini adalah kisah nyata Javier Zamora. Dan ini adalah kisah ribuan anak lain yang melakukan perjalanan yang sama—perjalanan yang seharusnya tidak pernah harus mereka lakukan. 

Mari kita mulai dari awal.

 


1 dari 10