Nasihat Terburuk yang Pernah Anda Dengar
"Follow your passion."
"Lakukan apa yang kamu cintai, dan kamu tidak akan bekerja sehari pun dalam hidupmu." "Passion adalah kompas. Ikuti dia."
Anda pasti pernah mendengar nasihat ini—dari guru, orang tua, motivator, mungkin bahkan dari buku self-help yang Anda baca.
Kedengarannya inspiratif. Romantis. Benar.
Tapi bagaimana jika nasihat ini sebenarnya berbahaya?
Cal Newport, profesor ilmu komputer di Georgetown University dan penulis produktif, menghabiskan bertahun-tahun meneliti orang-orang yang mencintai pekerjaan mereka. Dia mewawancarai ratusan orang—dari programmer hingga petani organik, dari musisi jazz hingga ilmuwan—untuk menemukan rahasia kepuasan karir.
Dan dia menemukan sesuatu yang mengejutkan:
Hampir tidak ada dari mereka yang "mengikuti passion mereka."
Sebaliknya, mereka membangun passion melalui menjadi sangat ahli dalam apa yang mereka lakukan.
Ambil contoh Steve Jobs—ikon yang paling sering dikutip untuk "follow your passion."
Dalam pidato terkenal di Stanford 2005, Jobs berkata, "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai... Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah mencintai apa yang Anda lakukan."
Jutaan orang terinspirasi. Mereka berhenti dari pekerjaan stabil untuk "mengikuti passion mereka."
Tapi ini ironisnya: Steve Jobs sendiri tidak mengikuti passion-nya.
Sebelum Apple, passion Jobs adalah Zen Buddhism dan spiritualitas Timur. Dia bahkan hampir pindah ke Jepang untuk belajar di kuil Zen.
Dia tidak punya passion untuk komputer. Dia tidak punya passion untuk bisnis.
Apa yang dia punya? Peluang untuk menghasilkan uang. Dan dia cukup pintar untuk mengambilnya.
Jobs memulai Apple bukan karena cinta pada teknologi, tetapi karena temannya Steve Wozniak membuat komputer yang bisa mereka jual. Itu bisnis. Peluang.
Passion-nya untuk teknologi? Berkembang kemudian—setelah dia menjadi ahli, setelah dia membangun sesuatu yang bermakna, setelah dia melihat dampaknya pada dunia.
Ini adalah pola yang Cal Newport temukan berulang kali: Passion adalah hasil dari keahlian, bukan penyebabnya.
Jadi jika "follow your passion" adalah nasihat buruk, apa yang seharusnya Anda lakukan?
Jawabannya ada di judul buku ini: Be so good they can't ignore you.
Jadilah sangat ahli sampai mereka tidak bisa mengabaikan Anda.
Mari kita mulai.