Ukuran teks
18

Aturan untuk Bertahan Hidup

Bayangkan Anda memiliki kekuatan yang luar biasa. 

Anda bisa membaca pikiran orang. Memproyeksikan suara ke dalam kepala mereka. Memanipulasi memori. Bahkan mengendalikan gerakan tubuh mereka jika Anda cukup kuat. 

Kedengarannya seperti mimpi, bukan? 

Sekarang bayangkan kekuatan itu adalah hukuman mati. 

Di dunia Wren Darlington, memiliki kekuatan psikis bukan berkah—ini adalah target di punggung Anda. Ini adalah alasan pemerintah akan memburu Anda, menyiksa Anda, dan akhirnya membunuh Anda di depan umum sebagai "contoh." 

Jadi Wren punya tiga aturan sederhana untuk bertahan hidup: 

Aturan #1: Jangan percaya siapa pun. 

Aturan #2: Berbohonglah kepada semua orang. 

Aturan #3: Apapun yang terjadi, jangan jatuh cinta pada musuh terbesarmu. 

Selama 20 tahun, Wren mengikuti aturan ini dengan sempurna. Dia bersembunyi di bayang-bayang, membantu pemberontakan dalam dosis kecil, tidak pernah mengambil risiko besar. 

Lalu dalam satu malam—satu kesalahan kecil yang sembrono—semuanya runtuh. 

Dan tiba-tiba, dia menemukan dirinya di tempat terakhir yang seharusnya dia berada: di dalam program pelatihan elite musuhnya, dikelilingi oleh orang-orang yang akan membunuhnya jika mereka tahu siapa dia sebenarnya.

Lebih buruk lagi, komandan yang mengawasi setiap gerakannya adalah Cross Redden—pria yang tidak melewatkan apa pun, yang sepertinya bisa melihat langsung menembus kebohongannya. 

Pria yang seharusnya dia benci. 

Pria yang tidak bisa dia hentikan untuk dipikirkan. 

Ini adalah kisah tentang bagaimana hidup ketika satu kesalahan bisa berarti kematian. Tentang bagaimana menjaga rahasia ketika pikiranmu adalah satu-satunya tempat yang seharusnya aman. Dan tentang bagaimana memilih antara bertahan hidup dan melakukan apa yang benar—ketika keduanya tidak bisa berdampingan. 

Mari kita mulai di awal—di kegelapan total.

 


1 dari 10