Ukuran teks
18

Lima Tembakan dan Enam Tahun Keheningan

Bayangkan ini: Anda pulang ke rumah mewah di London. Pintu terbuka. Tidak ada suara. Tapi ada yang tidak beres. 

Anda melangkah masuk ke ruang tamu dan melihat pemandangan yang akan mengubah hidup Anda selamanya—suami Anda terikat di kursi, wajahnya hancur oleh lima tembakan langsung. 

Dan Anda adalah satu-satunya orang di rumah. Pistol ada di tangan Anda. 

Ini yang terjadi pada Alicia Berenson, pelukis terkenal berusia 33 tahun, pada malam 25 Agustus. Dia menembak Gabriel—suami yang dia cintai, pria yang dia gambar berkali-kali dalam karya seninya—lima kali di wajah. 

Polisi datang. Alicia tidak melawan. Tidak mencoba kabur. Hanya berdiri di sana, tangan berlumuran darah. 

Dan sejak malam itu, Alicia Berenson tidak mengucapkan satu kata pun.

Bukan satu kalimat. Bukan satu bisikan. Bahkan tidak satu desahan. 

Enam tahun keheningan total. 

Media menyebutnya "Pasien Bisu"—wanita yang membunuh cinta hidupnya dan memilih tidak pernah menjelaskan mengapa. 

Theo Faber, seorang psikoterapis forensik, terobsesi dengan kasusnya. Dia membaca setiap artikel. Mempelajari setiap detail. Menatap lukisan terakhir Alicia—sebuah karya yang dia buat setelah pembunuhan, yang dia beri judul "Alcestis." 

Dan dia membuat keputusan: Dia akan membuat Alicia berbicara. 

Tapi ketika Theo akhirnya mendapat pekerjaan di The Grove—rumah sakit jiwa aman di mana Alicia dirawat—dia tidak tahu bahwa beberapa keheningan menyimpan rahasia yang jauh lebih gelap dari yang dia bayangkan.

Beberapa keheningan bukan tentang tidak bisa berbicara. 

Tapi tentang tidak mau berbicara. 

Dan ketika keheningan itu akhirnya rusak, kebenaran akan menghancurkan segalanya.

 


1 dari 10