Malam yang Mengubah Segalanya
8 November 2016. Malam pemilihan presiden Amerika Serikat.
Hampir semua polling, hampir semua ahli, hampir semua model prediksi mengatakan hal yang sama: Hillary Clinton akan menang dengan nyaman.
The New York Times memberikan Clinton peluang 85% untuk menang. HuffPost: 98%. Bahkan model yang paling konservatif memberikan Clinton setidaknya 70% peluang.
Malam itu, jutaan orang menonton hasil pemilu dengan percaya diri bahwa mereka tahu apa yang akan terjadi.
Lalu Florida mulai masuk. Kemudian Ohio. Pennsylvania. Wisconsin. Michigan.
Satu per satu, negara bagian yang seharusnya Clinton menangkan jatuh ke Trump.
Pada pukul 2:30 pagi, Trump menang.
Dunia terkejut. Tidak hanya orang awam—para ahli, analis, dan prediksi model canggih semuanya salah.
Bagaimana ini bisa terjadi? Kita hidup di era big data. Era dengan komputer super powerful. Era dengan algoritma canggih dan artificial intelligence.
Seharusnya kita lebih baik dalam memprediksi masa depan, bukan?
Ternyata tidak.
Nate Silver, ahli statistik yang menjadi terkenal karena memprediksi dengan akurat hasil pemilu 2008 dan 2012, menulis buku "The Signal and the Noise" untuk menjawab pertanyaan fundamental:
Mengapa, di era informasi yang melimpah, prediksi kita justru semakin buruk?
Jawabannya mengejutkan: Bukan karena kita kekurangan informasi. Tapi karena kita tenggelam dalam terlalu banyak informasi—dan kita tidak bisa membedakan mana yang penting (signal) dan mana yang hanya noise (gangguan).
Buku ini bukan hanya tentang statistik atau data science. Ini tentang bagaimana kita berpikir, bagaimana kita membuat keputusan, dan bagaimana kita bisa lebih bijak dalam dunia yang penuh ketidakpastian.
Mari kita mulai.