Ukuran teks
18

Perusahaan yang Menutup di Hari Jumat

Bayangkan ini: Perusahaan Anda mengumumkan mulai bulan depan, kantor tutup setiap hari Jumat. 

Tidak ada pekerjaan. Tidak ada email. Tidak ada meeting. Tiga hari libur setiap minggu—tanpa potong gaji. 

Reaksi pertama Anda mungkin: "Mustahil! Pekerjaan tidak akan selesai! Kita akan ketinggalan kompetitor! Bisnis akan hancur!" 

Tapi apa yang sebenarnya terjadi? 

Tahun 2015, Tower Paddle Boards—perusahaan kecil di San Diego yang membuat papan selancar—melakukan eksperimen ini. Stephan Aarstol, CEO-nya, membaca tentang perusahaan di Swedia yang beralih ke 6 jam kerja sehari. Dia berpikir: "Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak bisa?" 

Jadi dia mengumumkan: Mulai hari Senin, kita kerja 5 jam sehari—8 pagi sampai 1 siang. Tidak ada lembur. Pulang sebelum makan siang. 

Karyawannya skeptis. "Bagaimana mungkin kita selesaikan semua pekerjaan dalam 5 jam?" 

Aarstol menjawab: "Kita tidak akan melakukan semua yang kita lakukan sekarang. Kita akan fokus pada yang benar-benar penting." 

Hasilnya dalam 6 bulan pertama? 

● Produktivitas naik 40% 

● Pendapatan meningkat 

● Kepuasan karyawan melonjak 

● Turnover turun drastis 

● Aarstol masuk acara Shark Tank dan dapat investasi $150,000

Bagaimana mungkin? 

Karena ketika Anda hanya punya 5 jam, Anda tidak punya waktu untuk: 

● Meeting yang tidak produktif 

● Email yang tidak penting 

● Multitasking yang tidak efisien 

● Gangguan media sosial 

● Pekerjaan yang terlihat sibuk tapi tidak menghasilkan apa-apa 

Anda terpaksa fokus pada yang benar-benar penting. Dan ternyata, itulah yang membuat perbedaan. 

Tower Paddle Boards bukan anomali. Alex Soojung-Kim Pang menghabiskan bertahun-tahun meneliti puluhan perusahaan di berbagai negara—dari startup teknologi di Silicon Valley hingga panti jompo di Swedia, dari agensi konsultan di London hingga pabrik di Jepang—yang semua melakukan hal yang sama: mengurangi jam kerja tanpa mengurangi gaji. 

Dan hampir semua mengalami hal yang sama: produktivitas naik, karyawan lebih bahagia, bisnis lebih menguntungkan. 

Inilah yang Pang sebut "paradox produktivitas": Bekerja lebih sedikit bisa menghasilkan lebih banyak. 

Mari kita pelajari bagaimana.

 


1 dari 9