Ukuran teks
18

Narapidana yang Melarikan Diri ke Neraka yang Indah

Bayangkan ini: Anda baru saja melarikan diri dari penjara dengan keamanan maksimum di Australia. Anda adalah narapidana yang dijatuhi hukuman 19 tahun karena perampokan bersenjata—19 perampokan yang Anda lakukan untuk membeli heroin. 

Anda telah kehilangan segalanya. Istri. Anak. Nama baik. Identitas. 

Dengan paspor palsu dan uang yang hampir habis, Anda turun dari pesawat di Bombay (Mumbai), India. Udara panas menyerang wajah Anda. Bau—campuran rempah, asap, keringat, dan kehidupan—mengisi paru-paru. Kebisingan yang tak pernah berhenti: klakson, teriakan pedagang, musik dari kuil. 

Anda tidak punya rencana. Tidak punya koneksi. Tidak tahu bahasa lokal.

Yang Anda tahu: polisi Australia memburu Anda. Interpol mencari Anda. Tidak ada jalan pulang. 

Ini adalah awal dari kisah Lindsay—atau lebih tepatnya, Gregory David Roberts—penulis "Shantaram" yang menulis dari pengalaman hidupnya sendiri. 

Tapi inilah yang luar biasa: di kota yang kacau dan keras ini, di tengah slum paling miskin di dunia, seorang penjahat pelarian menemukan sesuatu yang hilang bertahun-tahun. 

Kemanusiaan. Tujuan. Cinta. Dan mungkin, penebusan. 

"Shantaram" bukan hanya kisah petualangan seorang buronan. Ini adalah kisah tentang bagaimana kadang kita harus kehilangan segalanya untuk menemukan siapa kita sebenarnya. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 11