Pengalaman Religius di Ruangan Kecil
Tahun 1983. Saya berdiri di ruangan kecil di belakang gedung divisi Macintosh Apple Computer. Mike Boich—teman kamar saya di Stanford—baru saja menunjukkan sesuatu yang akan mengubah hidup saya selamanya.
Di layar kecil di depan saya, saya melihat sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan mungkin: beberapa font. Beberapa ukuran. Beberapa gaya—semua terintegrasi dengan grafis dalam satu layar.
Anda harus memahami—pada tahun 1983, jika Anda beruntung memiliki Apple II, Anda punya layar terminal 24×80. Anda menggerakkan kursor dengan tombol panah. "Grafis" berarti menggunakan X dan O untuk menggambar.
Tapi di Macintosh ini? Saya melihat paint can. Brush tools. Font yang indah. Integrasi sempurna antara teks dan gambar.
Itu adalah pengalaman religius.
Dan di momen itu, saya tidak hanya melihat komputer. Saya melihat masa depan. Saya melihat alat yang akan memberdayakan jutaan orang untuk menjadi lebih kreatif, lebih produktif, lebih manusiawi.
Mike menawarkan saya pekerjaan: Software Evangelist untuk Macintosh. Tugas saya? Meyakinkan developer dan perusahaan software untuk menciptakan produk untuk platform yang bahkan belum diluncurkan.
Steve Jobs sendiri bilang ke Mike: "Kamu boleh mempekerjakan Guy, tapi kamu bertaruh pekerjaanmu padanya."
Mike bertaruh. Dan saya belajar sesuatu yang akan menjadi dasar dari seluruh karir saya: Ketika Anda benar-benar percaya pada sesuatu, menjualnya bukan tentang persuasi. Itu tentang berbagi kabar baik.
Itulah evangelism. Dan itulah yang akan saya ajarkan dalam buku ini.