Sebuah Buku yang Lahir dari Kehancuran
Tahun 1929. Wall Street runtuh.
Dalam hitungan hari, orang-orang kehilangan seluruh tabungan hidup mereka. Perusahaan-perusahaan yang kemarin dianggap solid bangkrut dalam semalam. Investor yang kemarin kaya raya, hari ini bunuh diri dengan melompat dari gedung.
Great Depression dimulai. Dan dunia finansial tidak pernah sama lagi.
Di tengah kehancuran ini, seorang profesor muda di Columbia University bernama Benjamin Graham mengajukan pertanyaan sederhana tapi revolusioner:
"Bagaimana kita bisa berinvestasi dengan cara yang melindungi modal kita, bahkan di tengah kehancuran pasar?"
Jawabannya menjadi buku yang diterbitkan tahun 1934—"Security Analysis"—yang ditulis bersama rekannya David Dodd.
Buku ini tidak lahir dari teori menara gading. Buku ini lahir dari pengalaman pahit Graham sendiri yang kehilangan hampir segalanya dalam crash 1929. Dia melihat kehancuran. Dia merasakannya. Dan dia bertekad untuk menemukan cara yang lebih baik.
Hampir 90 tahun kemudian, buku ini masih dianggap sebagai kitab suci value investing—metodologi yang menghasilkan investor terkaya di dunia: Warren Buffett.
Buffett, yang belajar langsung dari Graham di Columbia, mengatakan: "Saya bertemu Ben dan Dave, pertama melalui tulisan mereka kemudian secara langsung. Mereka memberikan saya peta jalan untuk berinvestasi yang saya ikuti selama 57 tahun."
Apa rahasianya? Mari kita buka peta jalan itu.