Ukuran teks
18

Ketika Imperium Runtuh, Apa yang Tersisa?

Bayangkan Anda bangun suatu pagi dan negara Anda tidak ada lagi. 

Bendera yang Anda hormati seumur hidup diturunkan. Lagu kebangsaan yang Anda hafal sejak TK tidak lagi dinyanyikan. Uang di dompet Anda tiba-tiba tidak bernilai. Pekerjaan Anda menghilang. Pensiun yang dijanjikan negara menguap. 

Yang lebih mengerikan: Semua yang Anda percayai—semua ideologi, nilai, dan makna yang memberi arah pada hidup Anda—tiba-tiba dinyatakan sebagai kebohongan. 

Ini bukan fiksi distopia. Ini adalah kenyataan yang dialami 300 juta orang pada 26 Desember 1991, ketika Uni Soviet—salah satu negara adidaya terkuat di dunia—runtuh dalam satu malam. 

Svetlana Alexievich, jurnalis dan penulis Belarus yang memenangkan Nobel Sastra 2015, menghabiskan lebih dari 20 tahun mewawancarai ratusan orang biasa yang hidup melalui kehancuran ini. Bukan politisi. Bukan jenderal. Bukan oligarki. 

Orang biasa. Ibu rumah tangga. Tentara. Guru. Dokter. Pensiunan. Orang-orang yang bangun setiap hari mencoba memahami bagaimana dunia mereka bisa berubah begitu cepat dan begitu drastis. 

"Secondhand Time" adalah koleksi suara-suara ini—testimoni tentang kehancuran, nostalgia yang aneh, trauma yang belum sembuh, dan pertanyaan yang tidak terjawab: Apa artinya hidup di era "bekas pakai," di dunia yang dibangun dari reruntuhan masa lalu? 

Ini bukan sejarah yang ditulis oleh pemenang. Ini adalah sejarah yang diceritakan oleh mereka yang kalah, yang selamat, yang masih mencoba memahami. 

Mari kita dengarkan.

 


1 dari 12