Ketika Amerika Kehilangan Percaya Diri
Akhir 1970-an. Amerika sedang dalam krisis kepercayaan diri.
Di mana-mana, orang berbicara tentang Jepang. Bagaimana perusahaan Jepang mengalahkan Amerika dalam kualitas. Bagaimana metode manajemen Jepang jauh lebih unggul. Bagaimana Toyota membuat mobil yang lebih baik dari Ford. Bagaimana Sony lebih inovatif dari perusahaan elektronik Amerika.
Majalah bisnis dipenuhi artikel tentang keajaiban manajemen Jepang. Eksekutif Amerika terbang ke Tokyo untuk belajar. Universitas mengajarkan kasus bisnis Jepang. Perasaan kalah merasuki dunia bisnis Amerika.
Di tengah pesimisme ini, dua konsultan muda di kantor McKinsey San Francisco—Tom Peters dan Bob Waterman—mulai bertanya-tanya: Apa sebenarnya masalah kita?
Apakah benar perusahaan Amerika sudah tidak bisa bersaing? Apakah benar kita harus meniru Jepang untuk sukses? Atau mungkin... kita hanya lupa bagaimana cara kita sendiri yang membuat Amerika besar?
Mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu yang radikal: Berhenti melihat ke Jepang dan mulai melihat ke dalam negeri sendiri.
Alih-alih bertanya "Apa yang Jepang lakukan dengan benar?", mereka bertanya: "Apa yang perusahaan Amerika terbaik lakukan dengan benar?"
Pertanyaan sederhana itu memicu riset enam tahun yang akan menghasilkan salah satu buku bisnis paling berpengaruh sepanjang masa: In Search of Excellence.