Malam ketika Seorang Ibu Menghilang
1 Desember 1972. Belfast, Irlandia Utara. Malam musim dingin yang gelap.
Jean McConville sedang menyiapkan anak-anaknya untuk tidur. Sepuluh anak—dari bayi berusia beberapa bulan hingga remaja. Suaminya meninggal beberapa bulan lalu karena kanker. Dia sekarang sendirian membesarkan mereka semua di apartemen kecil di Divis Flats, salah satu kompleks perumahan Katolik termiskin di Belfast.
Tiba-tiba, pintu didobrak.
Sekelompok orang bertopeng masuk. Sekitar dua belas orang—pria dan wanita. Mereka menyeret Jean keluar dari apartemennya. Anak-anaknya menjerit. Mencoba memegang ibunya. Memohon.
"Jangan khawatir," kata salah satu penculik kepada anak-anak. "Kami hanya akan meminjam ibumu sebentar. Dia akan kembali."
Jean McConville tidak pernah kembali.
Selama lebih dari tiga puluh tahun, keluarganya tidak tahu apa yang terjadi padanya. Tidak ada tubuh. Tidak ada pengakuan. Tidak ada jawaban.
Hanya pertanyaan yang menghantui: Mengapa ibuku diambil? Di mana dia? Siapa yang bertanggung jawab?
Penculikan Jean McConville menjadi salah satu misteri paling menghantui dalam konflik berdarah yang dikenal sebagai The Troubles—tiga dekade kekerasan yang merenggut lebih dari 3.500 nyawa di Irlandia Utara.
Tapi ini bukan hanya kisah tentang satu kejahatan. Ini adalah kisah tentang bagaimana ideologi bisa mengubah orang biasa menjadi pembunuh. Tentang bagaimana perjuangan kemerdekaan bisa berubah menjadi terorisme. Tentang harga yang harus dibayar untuk perdamaian.
Dan tentang pertanyaan paling sulit dari semuanya: Ketika perang berakhir, apakah kita harus mengungkit masa lalu? Atau lebih baik say nothing—tidak mengatakan apa-apa?
Patrick Radden Keefe menghabiskan bertahun-tahun menyelidiki kejahatan ini dan menemukan kebenaran yang lebih kompleks dan lebih menyakitkan daripada yang bisa dibayangkan siapa pun.
Mari kita masuk ke dalam dunia yang penuh dengan rahasia, pengkhianatan, dan harga dari kebenaran.