Miliarder dengan Pickup Tua
Tahun 1985. Sam Walton adalah orang terkaya di Amerika dengan kekayaan $2,8 miliar.
Apa yang dia kendarai? Mercedes? Rolls-Royce? Limousine dengan sopir?
Tidak. Dia mengendarai pickup Ford tua tahun 1979 dengan kandang anjing di belakang.
Ketika ditanya mengapa, dia menjawab sederhana: "Apa gunanya mobil mewah? Saya hanya butuh transportasi dari A ke B."
Ini bukan pencitraan. Ini bukan marketing stunt. Ini adalah Sam Walton yang sebenarnya—pria yang membangun Walmart dari nol, mengubah wajah retail Amerika, dan tetap tinggal di rumah sederhana yang dia beli tahun 1959 di Bentonville, Arkansas.
Ketika Forbes mengumumkan dia sebagai orang terkaya Amerika, Sam sedang mencukur rambutnya di barbershop lokal seharga $5. "Saya tidak tahu apa hebatnya," katanya kepada wartawan. "Itu cuma di atas kertas saja."
Inilah paradoks Sam Walton: seorang miliarder yang menolak hidup seperti miliarder. Seorang visioner yang tidak pernah lupa dari mana dia berasal. Seorang pembangun empire yang tetap berjiwa pedagang kecil.
"Sam Walton: Made in America" adalah kisah bagaimana seorang anak dari masa Depresi Besar membangun perusahaan yang mengubah cara Amerika berbelanja—dengan prinsip sederhana: beri customer harga terendah, perlakukan karyawan seperti mitra, dan jangan pernah puas dengan status quo.
Mari kita mulai perjalanan dari toko kecil di Newport, Arkansas, menuju 1.928 toko di seluruh Amerika.