Ukuran teks
18

Tragedi yang Terlupakan

Bayangkan kapal berisi 10.000 orang—empat kali lebih banyak dari penumpang Titanic—tenggelam dalam air es Baltik hanya dalam 70 menit. 

Bayangkan 9.000 orang meninggal dalam satu malam—enam kali lebih banyak dari korban Titanic. 

Bayangkan ini adalah bencana maritim terburuk dalam sejarah manusia.

Sekarang bayangkan bahwa hampir tidak ada yang tahu tentang tragedi ini. 

Inilah yang terjadi pada 30 Januari 1945, ketika kapal Wilhelm Gustloff ditenggelamkan oleh torpedo Soviet di Laut Baltik. Lebih dari 9.000 jiwa—sebagian besar wanita, anak-anak, dan pengungsi sipil—hilang dalam kegelapan malam yang membeku. 

Mengapa tragedi ini terlupakan? Karena mereka yang tewas adalah orang Jerman. Karena ini terjadi di hari-hari terakhir perang ketika dunia lelah dengan kekerasan. Karena pemenang perang menulis sejarah—dan dalam narasi kemenangan Sekutu, tidak ada ruang untuk bersimpati pada penderitaan musuh. 

Tapi setiap korban punya nama. Setiap korban punya cerita. 

Ruta Sepetys menulis "Salt to the Sea" untuk memberikan suara kepada mereka yang terlupakan. Melalui mata empat remaja dari empat negara berbeda—Lithuania, Prusia, Polandia, dan Jerman—dia menceritakan kisah manusia dalam chaos terakhir Perang Dunia II. 

Ini bukan cerita tentang pahlawan dan penjahat. Ini cerita tentang manusia yang mencoba bertahan hidup. 

Mari kita mulai perjalanan ini. Perjalanan melalui salju dan es, melalui ketakutan dan harapan, menuju kapal yang dijanjikan sebagai keselamatan—tapi malah menjadi kuburan.

 


1 dari 10