Ukuran teks
18

Jalan yang Tidak Diambil

Pernahkah Anda berdiri di persimpangan—secara literal atau metaforis—dan bertanya pada diri sendiri: "Bagaimana jika saya mengambil jalan yang lain?" 

Bagaimana jika Anda tidak menikah dengan orang itu? Bagaimana jika Anda tidak pindah ke kota itu? Bagaimana jika Anda berani mengatakan tidak—atau ya—pada momen yang menentukan? 

Bayangkan seorang perempuan muda bernama Carla. Dia sudah mengemas tas. Uang sudah di saku. Tiket bus sudah di tangan. Hanya tinggal satu langkah lagi—keluar dari pintu, naik bus, dan meninggalkan suami yang mengontrol setiap aspek hidupnya. 

Satu langkah menuju kebebasan. 

Tapi kakinya tidak bergerak. 

Bukan karena dia tidak ingin bebas. Bukan karena dia mencintai suaminya. Tapi karena melarikan diri—entah dari pernikahan, dari kota kecil, dari masa lalu, atau dari diri sendiri—ternyata tidak sesederhana membeli tiket bus. 

Alice Munro, penulis Kanada pemenang Nobel Sastra 2013, menghabiskan seluruh karirnya—lebih dari 60 tahun—menulis tentang momen-momen seperti ini. Momen ketika kehidupan berputar pada keputusan kecil. Momen ketika kita berdiri di persimpangan dan memilih jalan—atau terlalu takut untuk memilih. 

"Runaway" adalah kumpulan delapan cerita yang saling terkait tentang perempuan yang mencoba melarikan diri—dari pernikahan yang menyesakkan, dari kota yang membosankan, dari ekspektasi yang menghancurkan, dari kehidupan yang tidak mereka pilih. 

Tapi seperti yang akan kita lihat, melarikan diri dari sesuatu jarang membawa kita ke tempat yang kita inginkan. Kadang, pelarian hanya membawa kita kembali ke titik awal—lebih lelah, lebih tersesat, lebih terjebak.

Mari kita masuki dunia Alice Munro—dunia yang sangat biasa sehingga menakutkan, karena itu adalah dunia kita.

 


1 dari 9