Ukuran teks
18

Pelajaran dari Garasi di Cupertino

Tahun 1984. Guy Kawasaki duduk di ruang rapat Apple. Steve Jobs baru saja menunjukkan sesuatu yang gila: komputer dengan antarmuka grafis, mouse, dan layar yang menampilkan apa yang akan Anda cetak. 

Macintosh. 

Semua orang di industri komputer menertawakan ide ini. "Siapa yang butuh mouse? Keyboard sudah cukup!" "Graphic interface hanya buang-buang memory!" "Terlalu mahal untuk pasar mass!" 

Bahkan dealer komputer enggan menjualnya. IBM mendominasi. "Nobody ever got fired for buying IBM," kata pepatah waktu itu. 

Tapi Jobs tidak peduli. Dia tidak membangun komputer untuk orang yang puas dengan status quo. Dia membangun untuk revolusioner—orang yang ingin mengubah dunia. 

Dan tugas Kawasaki? Menjadi "Chief Evangelist"—orang yang mengubah skeptis menjadi believers, yang menciptakan gerakan, bukan hanya penjualan. 

Dari pengalaman itu—dan puluhan tahun kemudian membantu startup, bekerja dengan inovator, dan menyaksikan revolusi teknologi—Kawasaki menulis "Rules for Revolutionaries." 

Bukan buku untuk orang yang ingin bermain aman. Bukan panduan untuk menciptakan produk "me too" yang sedikit lebih baik dari kompetitor. 

Ini adalah manifesto untuk pemberontak—orang yang ingin menciptakan kategori baru, mengubah industri, dan membuat perbedaan yang berarti. 

Siap untuk revolusi? 

Mari kita mulai.

 


1 dari 12