Ukuran teks
18

Jatuh Itu Pasti, Bangkit Itu Pilihan

Bayangkan ini: Anda baru saja mempresentasikan ide besar di depan tim. Ide yang Anda pikirkan selama berminggu-minggu. Ide yang Anda yakini akan mengubah segalanya. 

Dan mereka tidak tertarik. Bahkan lebih buruk—mereka mengkritik habis-habisan di depan semua orang. 

Anda keluar dari ruang meeting dengan wajah panas. Jantung berdebar. Ada suara di kepala Anda yang berteriak: "Saya bodoh. Saya gagal. Mereka tidak menghargai saya. Saya tidak layak di sini." 

Dalam beberapa menit, Anda sudah membuat cerita lengkap: "Mereka tidak pernah mendengarkan saya. Bos saya tidak suka saya. Mungkin saya memang tidak kompeten. Mungkin saya harus resign saja." 

Ini yang Brené Brown sebut "the fall"—jatuh. 

Bukan jatuh fisik. Tapi jatuh emosional. Momen ketika kita merasa ditolak, dipermalukan, gagal, atau patah hati. 

Dan inilah kebenaran yang tidak nyaman: Kita semua jatuh. Berkali-kali. Sepanjang hidup. 

Tidak ada yang kebal dari kegagalan. Tidak ada yang bisa menghindari penolakan. Tidak ada yang lolos dari patah hati. 

Tapi ada perbedaan antara orang yang tenggelam dalam kejatuhan mereka dan orang yang bangkit kembali lebih kuat. 

Perbedaannya bukan keberuntungan. Bukan bakat. Bukan kepribadian. 

Perbedaannya adalah proses

"Rising Strong" adalah tentang proses itu. Tentang bagaimana bangkit dari keterpurukan dengan cara yang membuat kita lebih berani, lebih bijaksana, dan lebih utuh.

 


1 dari 11