Ukuran teks
18

Telepon di Tengah Malam yang Tidak Pernah Ingin Anda Terima

Bayangkan ini: Anda bangun jam 2 pagi karena telepon berdering. Suami Anda belum pulang dari "pekerjaan" - yaitu menerbangkan pesawat jet eksperimental yang belum pernah ada yang terbangkan sebelumnya. 

Anda angkat telepon. Suara di seberang sana canggung, formal, menyampaikan berita dengan kalimat yang sudah dilatih: "Kami menyesal memberitahukan..." 

Anda bukan satu-satunya. Di pangkalan Edwards Air Force Base di California tahun 1950-an, telepon seperti ini berdering rata-rata sekali seminggu. 

Istri pilot uji coba bangun setiap pagi tidak tahu apakah suami mereka akan pulang malam itu. Anak-anak bermain di halaman sambil mendengar ledakan di kejauhan - tanda pesawat lain jatuh, ayah lain yang tidak akan pulang. 

Dan yang paling mengerikan? Tidak ada yang membicarakannya. 

Tidak ada air mata di depan umum. Tidak ada panik. Tidak ada pertanyaan "Mengapa kamu masih terbang?" Karena jika Anda bertanya itu, Anda menunjukkan bahwa Anda tidak mengerti. Dan jika suami Anda menunjukkan ketakutan, dia kehilangan "the right stuff" - kualitas misterius yang memisahkan pilot biasa dari yang terbaik, yang hidup dari yang mati, yang terbang lebih tinggi dari yang jatuh. 

Tom Wolfe menghabiskan bertahun-tahun mengikuti para pilot uji coba dan astronot pertama Amerika untuk menjawab satu pertanyaan: Apa sebenarnya "the right stuff" itu? Dan mengapa orang-orang ini rela mempertaruhkan nyawa mereka - bukan untuk uang, bukan untuk ketenaran, tapi untuk sesuatu yang lebih dalam? 

Inilah kisah mereka. Kisah tentang keberanian, ego, kompetisi, dan obsesi untuk membuktikan diri dengan cara yang paling berbahaya: terbang lebih tinggi, lebih cepat, lebih dekat dengan kematian daripada orang lain yang berani.

 


1 dari 11