Kota yang Mengajarkan Dunia Tentang Kekayaan
Lebih dari 4.000 tahun yang lalu, di tepi Sungai Efrat, berdiri kota paling kaya dan paling maju di dunia: Babylon.
Kemuliaan Babylon legendaris. Tembok-tembok kotanya begitu lebar sehingga kereta perang bisa berlomba di atasnya. Taman Gantungnya adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Istana-istananya mewah, kuil-kuilnya megah, dan kekayaannya tampaknya tidak terbatas.
Tapi Babylon tidak selalu kaya. Kota ini tidak menemukan tambang emas tersembunyi. Mereka tidak memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Yang mereka miliki adalah sesuatu yang jauh lebih berharga: kebijaksanaan tentang uang.
Penduduk Babylon memahami prinsip-prinsip kekayaan yang tetap benar hingga hari ini—prinsip yang sama kuatnya di zaman modern seperti di masa lalu. Prinsip-prinsip ini bukan tentang keberuntungan atau warisan. Ini tentang kebiasaan sederhana yang, jika diterapkan dengan konsisten, mengubah orang biasa menjadi orang kaya.
Dan cerita dimulai dengan seorang pria...