Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Segalanya

Umur 9 tahun. Robert Kiyosaki duduk di sekolah yang sama dengan anak-anak orang kaya. 

Dia melihat mereka punya koleksi mainan keren, sepeda mahal, dan semua hal yang keluarganya tidak mampu beli. Pulang ke rumah, dia bertanya pada ayahnya—seorang PhD dengan gelar kehormatan, posisi tinggi di dunia pendidikan: 

"Ayah, bagaimana caranya menjadi kaya?" 

Ayahnya terdiam. Dia tidak punya jawaban. Karena meski berpendidikan tinggi dan bergaji baik, dia sendiri tidak pernah menjadi kaya. 

Akhirnya dia menjawab: "Gunakan otakmu, nak. Rajin sekolah, dapat nilai bagus, cari pekerjaan aman dan stabil, lalu kamu akan dapat uang." 

Jawaban yang sama yang diberikan jutaan orangtua kepada anak-anak mereka. Jawaban yang terdengar masuk akal. Tapi jawaban yang ternyata tidak membuat seseorang kaya. 

Kecewa, Robert pergi ke rumah sahabatnya, Mike. Ayah Mike—yang hanya lulusan SMA—justru menjadi mentornya. Pria ini belum kaya saat itu, tapi beberapa tahun kemudian dia menjadi orang terkaya di Hawaii. 

Dan perbedaan antara dua "ayah" ini—Poor Dad (ayah kandung yang berpendidikan tinggi tapi berjuang finansial) dan Rich Dad (ayah Mike yang tidak berpendidikan formal tapi jenius dalam hal uang)—mengubah hidup Robert selamanya. 

Ini adalah cerita yang sama dalam "Rich Dad Poor Dad for Teens"—buku yang ditulis khusus untuk remaja seperti kamu. Karena kamu tidak pernah terlalu muda untuk belajar bahasa uang. 

Sekolah mengajarkan kamu matematika, sains, sejarah. Tapi tidak mengajarkan bagaimana uang bekerja. Tidak mengajarkan bagaimana membangun kekayaan. Tidak mengajarkan perbedaan antara bekerja untuk uang versus membuat uang bekerja untuk kamu.

 


1 dari 11