33 Tahun Menunggu Jawaban yang Tidak Pernah Datang
Bayangkan ini: Ayah Anda menghilang. Tidak mati—setidaknya Anda tidak tahu pasti. Tidak pulang—meskipun Anda menunggu setiap hari selama 33 tahun. Hanya... hilang.
Tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Tidak ada pemakaman untuk menutup luka. Tidak ada kepastian untuk melangkah maju.
Yang Anda punya hanyalah pertanyaan yang menggerogoti setiap hari:
Apakah dia masih hidup? Di mana dia? Apakah dia menderita? Apakah dia memikirkan saya? Apakah dia tahu bahwa saya tidak pernah berhenti mencari?
Ini adalah kehidupan Hisham Matar—penulis Libya yang ayahnya, Jaballa Matar, diculik oleh rezim Muammar Gaddafi pada tahun 1990 dan tidak pernah terlihat lagi.
Selama 33 tahun, Hisham hidup dalam limbo—wilayah abu-abu antara harapan dan keputusasaan, antara kehidupan dan kematian, antara mengingat dan melupakan.
"The Return" adalah kisah tentang pulang—pulang ke Libya setelah 33 tahun pengasingan, pulang ke rumah masa kecil yang sudah tidak ada lagi, pulang ke pencarian yang mungkin tidak akan pernah menemukan jawaban.
Tapi lebih dari itu, ini adalah kisah tentang bagaimana kita hidup dengan kehilangan yang tidak pernah selesai.
Karena kadang, yang paling menyakitkan bukan kehilangan itu sendiri. Yang paling menyakitkan adalah tidak tahu.
Mari kita mulai perjalanan ini.