Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengubah Hidup

Tahun 1985. Robert Kiyosaki duduk di kantornya yang sempit, dikelilingi oleh tumpukan tagihan yang tidak bisa dibayar.

Bisnisnya—perusahaan dompet nilon untuk surfer—bangkrut. Hutang menggunung. Kartu kredit limit. Dia dan istrinya Kim tidur di mobil bekas Toyota mereka karena tidak punya uang untuk sewa apartemen.

Usia 38 tahun. Tidak punya apa-apa. Bahkan lebih buruk dari tidak punya apa-apa—dia punya hutang ratusan ribu dolar.

Kebanyakan orang dalam situasi itu akan berkata: "Saya tidak bisa kaya. Saya tidak punya uang."

Tapi Kiyosaki mengajukan pertanyaan berbeda: "Bagaimana saya bisa menjadi kaya?"

Bukan pernyataan. Bukan keluhan. Tapi pertanyaan.

Dan pertanyaan itu—satu pertanyaan sederhana—mengubah segalanya.

12 tahun kemudian, di usia 47 tahun, Robert dan Kim Kiyosaki pensiun. Tidak pensiun dalam artian berhenti bekerja. Tapi pensiun dalam artian mereka tidak lagi perlu bekerja untuk uang.

Passive income mereka—uang yang masuk setiap bulan tanpa mereka harus bekerja—lebih besar dari pengeluaran mereka.

Mereka kaya. Dan mereka muda.

Bagaimana seseorang bisa bangkrut di usia 38 dan pensiun kaya di usia 47?

Jawabannya bukan tentang kerja keras—Kiyosaki bekerja keras saat bangkrut juga. Bukan tentang keberuntungan—dia mengalami kegagalan berkali-kali.

Jawabannya adalah tentang cara berpikir yang berbeda tentang uang, waktu, dan kekayaan.

"Retire Young, Retire Rich" adalah blueprint yang Kiyosaki gunakan untuk mengubah dirinya dari orang yang tidur di mobil menjadi multi-millionaire dalam waktu kurang dari satu dekade.

Dan dia menulis buku ini untuk membuktikan satu hal: Siapa pun bisa melakukannya—jika mereka bersedia berpikir berbeda.

Mari kita mulai.


1 dari 12