Pertanyaan yang Bergema 2.400 Tahun
Athena, sekitar 380 SM.
Bayangkan malam yang panas. Sekelompok pria berkumpul di rumah Cephalus, seorang pedagang kaya yang sudah tua. Ada Socrates—filsuf yang terkenal suka bertanya sampai membuat orang frustrasi. Ada Glaucon dan Adeimantus, dua pemuda cerdas yang penasaran. Ada Thrasymachus, seorang sofis yang percaya diri dan agresif.
Mereka mulai dengan obrolan ringan. Tapi kemudian Socrates—seperti biasa—mengajukan pertanyaan sederhana yang akan mengubah segalanya:
"Apa itu keadilan?"
Pertanyaan itu menggantung di udara. Semua orang tahu apa itu keadilan, bukan? Keadilan adalah... ketika... yah... saat seseorang mendapat apa yang pantas mereka dapatkan?
Tapi tunggu. Apa yang "pantas"? Siapa yang menentukan? Mengapa kita harus adil jika tidak ada yang melihat?
Dan dalam percakapan malam itu—yang kemudian ditulis oleh murid Socrates bernama Plato—lahirlah salah satu karya filsafat paling berpengaruh dalam sejarah manusia: The Republic.
Ini bukan hanya buku tentang politik. Ini adalah eksplorasi mendalam tentang pertanyaan paling fundamental dalam kehidupan manusia:
● Apa yang membuat hidup layak dijalani?
● Apa itu kebaikan sejati?
● Bagaimana kita harus hidup?
● Apa yang lebih penting: kelihatan baik atau benar-benar baik?
2.400 tahun kemudian, pertanyaan-pertanyaan ini masih relevan. Mungkin bahkan lebih relevan dari sebelumnya.