Ukuran teks
18

Perjalanan yang Seharusnya Tidak Pernah Terjadi

Bayangkan Anda sudah mengabdi pada satu pekerjaan selama hampir 40 tahun. Anda adalah yang terbaik di bidang Anda. Reputasi Anda sempurna. Dedikasi Anda tidak tertandingi. 

Tapi ada satu masalah kecil: Anda tidak pernah benar-benar hidup. 

Anda tidak pernah mengatakan apa yang Anda rasakan. Tidak pernah mengejar apa yang Anda inginkan. Tidak pernah mengakui bahwa Anda mencintai seseorang yang berada di ruangan yang sama dengan Anda selama 20 tahun. 

Sekarang Anda berusia 60-an. Rambut Anda memutih. Tangan Anda mulai gemetar. Dan tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam hidup Anda, Anda memiliki waktu luang. 

Majikan baru Anda—seorang Amerika yang ramah tapi tidak memahami tradisi Inggris seperti majikan lama—memberikan Anda mobil dan mendorong Anda untuk berlibur. 

Berlibur. Kata yang asing untuk Anda. 

Tapi ada alasan lain untuk perjalanan ini. Surat dari seseorang dari masa lalu. Seseorang yang pernah bekerja bersama Anda. Seseorang yang mungkin—hanya mungkin—masih peduli. 

Ini adalah perjalanan Stevens, kepala pelayan terbaik di Inggris. 

Tapi ini bukan cerita tentang liburan yang menyenangkan. Ini adalah cerita tentang seorang pria yang akhirnya, setelah seumur hidup menghindar, terpaksa menghadapi kebenaran tentang pilihan-pilihan yang dia buat—dan harga yang dia bayar untuk "martabat profesional." 

Kazuo Ishiguro menulis "The Remains of the Day" sebagai eksplorasi mendalam tentang pertanyaan yang menghantui kita semua: Apakah dedikasi pada pekerjaan atau prinsip bisa menjadi alasan untuk tidak pernah benar-benar hidup? 

Mari kita ikuti Stevens dalam perjalanan enam hari yang akan membongkar seluruh hidupnya.

 


1 dari 10