Pertanyaan yang Mengubah Karir
Tahun 1970-an, seorang pemuda bernama John Maxwell baru saja lulus dari universitas dengan nilai cemerlang. Dia yakin kesuksesannya tinggal menunggu waktu.
Tapi kenyataan berbicara lain.
Di pekerjaan pertamanya sebagai pendeta muda, dia berjuang. Jemaatnya tidak bertambah. Programnya tidak berhasil. Visinya tidak menular ke orang lain.
Suatu hari, mentor yang lebih tua menariknya ke samping dan bertanya:
"John, kamu sangat pintar. Tapi mengapa orang tidak mengikutimu?"
Pertanyaan itu menusuk.
Maxwell pulang dan melakukan introspeksi mendalam. Dia menyadari masalahnya: Dia hebat dalam ide, tapi buruk dalam hubungan.
Dia tahu banyak tentang teologi, kepemimpinan, organisasi. Tapi dia tidak tahu bagaimana benar-benar terhubung dengan orang. Dia melihat orang sebagai "proyek" untuk visinya, bukan sebagai manusia dengan impian, ketakutan, dan kebutuhan mereka sendiri.
Jadi dia membuat komitmen: dia akan mempelajari seni membangun hubungan dengan keseriusan yang sama seperti dia mempelajari buku.
Tiga puluh tahun kemudian, Maxwell telah memimpin beberapa gereja terbesar di Amerika, mendirikan organisasi kepemimpinan internasional, menulis puluhan buku bestseller, dan melatih jutaan pemimpin di seluruh dunia.
Apa yang berubah? Bukan IQ-nya. Bukan bakatnya. Bukan visinya.
Yang berubah adalah kemampuannya untuk berhubungan dengan orang lain.
Dan dia menemukan kebenaran yang mengejutkan:
"Kesuksesan dalam hidup adalah 85% tentang kemampuan Anda berhubungan dengan orang lain, dan hanya 15% tentang pengetahuan teknis Anda."
"Relationships 101" adalah destilasi dari pembelajaran itu—prinsip-prinsip dasar yang mengubah Maxwell dari pemimpin yang berjuang menjadi salah satu ahli kepemimpinan paling berpengaruh di dunia.
Mari kita mulai.