Surat yang Mengubah Sejarah Politik
November 1789. Paris meledak dalam kegembiraan. Bastille—penjara yang menjadi simbol tirani monarki—telah jatuh. Raja Louis XVI dipaksa menerima konstitusi baru. Hak-hak Manusia diproklamasikan. Kebebasan, kesetaraan, persaudaraan!
Di seluruh Eropa, kaum intelektual merayakan. Akhirnya, Prancis mengikuti jejak Revolusi Amerika. Akhirnya, absolutisme monarki akan berakhir. Akhirnya, rasionalitas akan mengalahkan takhayul.
Seorang penyair Inggris muda bernama William Wordsworth menulis: "Bliss was it in that dawn to be alive"—Sungguh berkat hidup di fajar itu.
Tapi satu suara tua dari London tidak merayakan. Suara itu milik Edmund Burke—anggota Parlemen berusia 60 tahun, yang selama karirnya dikenal sebagai reformis liberal.
Burke yang dulu membela kemerdekaan koloni Amerika. Burke yang memperjuangkan hak-hak Irlandia. Burke yang mengkritik eksploitasi India oleh Inggris. Burke—sang liberal—seharusnya merayakan Revolusi Prancis.
Tapi dia tidak.
Sebagai gantinya, dia menulis surat—yang kemudian dipublikasikan sebagai buku—kepada seorang pemuda Prancis yang memintanya berkomentar tentang revolusi.
Judulnya: "Reflections on the Revolution in France" (Renungan tentang Revolusi di Prancis).
Isinya? Peringatan menakutkan: Revolusi ini tidak akan berakhir dengan kebebasan. Revolusi ini akan berakhir dengan kekacauan, teror, dan tirani yang lebih buruk dari rezim lama.
Teman-teman Burke menganggapnya gila. Bagaimana dia bisa menentang kebebasan? Bagaimana dia bisa membela monarki absolut?
Tapi Burke tidak membela monarki absolut. Dia membela sesuatu yang lebih dalam: kebijaksanaan tradisi melawan arogansi rasionalitas abstrak.
Tiga tahun kemudian, pada 1793, Reign of Terror dimulai. Guillotine bekerja siang malam. Puluhan ribu dieksekusi. Raja dan ratu dipenggal. Pendukung revolusi sendiri saling membunuh.
Burke ternyata benar.
Buku ini bukan hanya tentang Revolusi Prancis. Ini adalah perdebatan fundamental tentang bagaimana masyarakat seharusnya berubah—melalui evolusi bertahap atau revolusi radikal?
Mari kita masuki pikiran Burke.