Penolakan yang Mengubah Segalanya
Tahun 1983. Guy Kawasaki baru saja lulus MBA dari UCLA. Pintar. Ambisius. Penuh percaya diri.
Dia melamar ke sebuah perusahaan kecil yang baru didirikan, membuat komputer aneh dengan antarmuka grafis yang tidak ada orang lain buat.
Perusahaan itu menolaknya.
"Anda tidak cukup berpengalaman," kata mereka.
Kawasaki hancur. Tapi dia tidak menyerah. Dia terus mengirim lamaran. Terus menelepon. Terus membuktikan bahwa dia layak.
Akhirnya, setahun kemudian, mereka menerimanya.
Perusahaan itu bernama Apple. Produknya bernama Macintosh. Dan Guy Kawasaki menjadi salah satu "evangelis" paling terkenal di dunia teknologi—orang yang membuat jutaan orang jatuh cinta pada Mac.
Tapi cerita tidak berhenti di sana.
Bertahun-tahun kemudian, setelah keluar dari Apple, Kawasaki mendirikan beberapa perusahaan. Beberapa sukses. Beberapa gagal total. Dia menjadi venture capitalist. Advisor untuk startup. Penulis bestseller.
Dan sepanjang perjalanan itu, dia belajar satu hal: Kebanyakan nasihat bisnis itu omong kosong.
Omong kosong yang ditulis oleh konsultan yang tidak pernah membangun perusahaan. Oleh profesor yang tidak pernah kehilangan uang sendiri. Oleh "guru" yang bicara teori tapi tidak pernah mengalami chaos nyata menjalankan startup.
Jadi Kawasaki menulis "Reality Check"—buku yang penuh dengan nasihat blak-blakan, tidak sopan, kadang kasar, tapi benar-benar berfungsi di dunia nyata.
Ini bukan buku teori. Ini adalah manual survival untuk entrepreneur, marketer, dan siapa pun yang ingin membuat sesuatu yang berarti.
Mari kita mulai reality check Anda.