Ukuran teks
18

Dua Orang, Dua Gaji yang Sama, Dua Masa Depan yang Berbeda

Kenalkan John dan Mike. Keduanya berusia 30 tahun. Keduanya bekerja di perusahaan yang sama dengan gaji yang sama—50 juta rupiah per bulan. Keduanya single, tidak punya tanggungan, punya tabungan awal yang sama. 

Fast forward 20 tahun kemudian. 

John, usia 50 tahun: Masih bekerja 9-5. Gajinya memang naik menjadi 80 juta per bulan—tapi inflasi sudah memakan daya belinya. Dia punya rumah sendiri yang masih dicicil. Tabungan lumayan, tapi tidak cukup untuk pensiun dengan nyaman. Dia khawatir: "Berapa lama lagi saya harus bekerja?" 

Mike, usia 50 tahun: Berhenti bekerja 5 tahun lalu. Dia punya 8 properti sewaan yang menghasilkan passive income 150 juta per bulan. Dia tidak perlu alarm pagi. Tidak ada atasan yang mengatur waktunya. Dia bebas financial. 

Apa bedanya? 

Mike membeli properti investasi pertamanya saat usia 32 tahun. Lalu properti kedua di usia 35. Ketiga di usia 38. Dan seterusnya. John tidak pernah memulai—dia selalu punya alasan: "Belum punya uang cukup," "Nanti saja kalau sudah stabil," "Terlalu berisiko." 

Robert Kiyosaki menulis buku ini dengan satu pesan sederhana tapi powerful: 

"Orang kaya membeli aset yang menghasilkan uang. Orang miskin dan kelas menengah membeli liabilitas yang menguras uang—tapi mereka pikir itu adalah aset." 

Properti investasi yang tepat adalah mesin uang. Dia bekerja untuk Anda 24/7, bahkan saat Anda tidur. Tapi kebanyakan orang tidak pernah memulai karena mereka tidak tahu bagaimana—dan itulah mengapa buku ini ada.

Ini bukan teori. Ini adalah panduan praktis, step-by-step, bagaimana membeli properti investasi pertama Anda—bahkan jika Anda berpikir Anda tidak punya cukup uang. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 11