Saat Dunia Runtuh, Mereka Membeli Lebih Banyak
September 2008. Dunia finansial runtuh.
Lehman Brothers bangkrut. Bank-bank besar minta bailout pemerintah. Jutaan orang kehilangan rumah karena foreclosure. Harga properti jatuh 30-40% dalam hitungan bulan. Panik di mana-mana.
Media berteriak: "Properti sudah mati! Jangan investasi di real estate!"
Dan di tengah kehancuran ini, apa yang dilakukan Robert Kiyosaki dan teman-teman investor profesionalnya?
Mereka membeli properti sebanyak mungkin.
Mengapa? Karena mereka melihat apa yang orang biasa tidak lihat: krisis adalah kesempatan terbesar untuk menjadi kaya.
Tapi inilah perbedaannya: mereka tidak sekadar beruntung. Mereka tidak spekulasi. Mereka punya pengetahuan, strategi, dan tim yang memungkinkan mereka melihat value ketika orang lain hanya melihat kehancuran.
"The Real Book of Real Estate" diterbitkan tepat setelah krisis 2008—bukan kebetulan. Kiyosaki mengumpulkan 20+ investor properti paling sukses yang dia kenal dan meminta mereka berbagi rahasia mereka.
Buku ini bukan teori. Bukan motivasi kosong. Ini adalah wisdom dari orang-orang yang sudah menghasilkan ratusan juta dolar dari properti—dan mereka mau memberitahu Anda bagaimana mereka melakukannya.
Tapi sebelum kita masuk ke strategi, kita harus mulai dengan pertanyaan fundamental yang kebanyakan orang tidak pernah tanyakan dengan jujur.