Percakapan yang Menyelamatkan Nyawa
Bayangkan Anda duduk di ruangan kecil berhadapan dengan seorang teroris.
Dia tahu di mana bom ditanam. Ribuan nyawa dalam bahaya. Waktu terus berjalan. Setiap menit yang berlalu, peluang menemukan bom semakin kecil.
Apa yang Anda lakukan?
Kebanyakan orang akan berpikir: "Paksa dia bicara. Ancam. Intimidasi. Buat dia takut."
Tapi penelitian dari 2.000 jam interogasi teroris membuktikan sesuatu yang mengejutkan: metode itu tidak berhasil.
Tahu apa yang berhasil? Rapport.
Koneksi manusiawi. Mendengarkan. Empati. Memberi rasa hormat bahkan kepada orang yang tidak layak mendapatkannya.
Emily dan Laurence Alison menghabiskan 30 tahun melatih FBI, CIA, dan badan keamanan dunia tentang bagaimana berbicara dengan orang paling berbahaya di planet ini. Dan mereka menemukan sesuatu yang brilian:
Teknik yang berhasil dengan teroris juga berhasil dengan remaja pemberontak, atasan yang sulit, pasangan yang keras kepala, dan siapa pun yang Anda temui.
Karena pada dasarnya, semua interaksi manusia mengikuti pola yang sama.
Dan begitu Anda memahami polanya—begitu Anda menguasai seni membangun rapport—Anda bisa menavigasi percakapan apa pun, dengan siapa pun, dalam situasi apa pun.
Buku ini bukan tentang manipulasi. Ini tentang koneksi autentik.
Bukan tentang memenangkan argumen. Ini tentang memahami manusia.
Bukan tentang mendapat apa yang Anda mau dengan trik murahan. Ini tentang membangun hubungan yang bermakna dan bertahan lama.
Mari kita mulai dengan pertanyaan sederhana: Mengapa kebanyakan percakapan gagal?