Sapi yang Mengubah Cara Pandang
Seth Godin dan keluarganya sedang berkendara melintasi pedesaan Prancis. Pemandangan indah terbentang di kiri-kanan jalan—bukit hijau, ladang luas, dan kawanan sapi yang merumput dengan tenang.
"Lihat, sapi!" serunya dengan antusias. Anak-anaknya yang jarang melihat sapi sungguhan ikut bersemangat. Mereka berhenti, mengambil foto, mengagumi pemandangan.
Lima menit kemudian, mereka melewati ladang lain dengan lebih banyak sapi. Masih menarik, tapi tidak sebegitu.
Sepuluh menit. Dua puluh menit. Satu jam.
Sapi cokelat. Sapi cokelat. Dan sapi cokelat lagi.
Keajaiban menguap. Pemandangan yang sama berulang-ulang menjadi membosankan. Anak-anak kembali bermain di mobil, tidak lagi peduli pada kawanan sapi di luar jendela.
Lalu Seth bertanya pada dirinya sendiri: "Bagaimana jika tiba-tiba kita melihat seekor sapi ungu?"
Mata langsung terbelalak. Mobil akan direm. Kamera akan keluar. Semua orang akan berbicara tentang sapi ungu itu berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.
Mengapa? Karena sapi ungu luar biasa. Sapi ungu layak dibicarakan.
Dan di situlah inti dari semua marketing modern: Di dunia yang penuh dengan sapi cokelat yang membosankan, hanya yang luar biasa yang akan diperhatikan.