Ukuran teks
18

Buku yang Namanya Jadi Kutukan

"Machiavellian." 

Ketika seseorang menyebut Anda dengan kata itu, bukan pujian. Itu berarti Anda manipulatif. Licik. Tidak bermoral. Akan melakukan apa saja untuk mendapat kekuasaan. 

Selama 500 tahun, nama Niccolò Machiavelli identik dengan kejahatan politik. Bukunya, "The Prince," bahkan pernah masuk daftar buku terlarang Gereja Katolik. Di Inggris abad 16, nama "Machiavel" dipakai untuk karakter iblis di panggung teater. 

Tapi inilah yang ironis: Machiavelli tidak menciptakan politik yang kejam. Dia hanya menuliskan apa yang sudah dilakukan penguasa selama berabad-abad—tapi tidak pernah diakui secara terbuka. 

Bayangkan ini: Italia, tahun 1513. Negara terpecah-pecah menjadi puluhan kerajaan kecil yang saling berperang. Tentara asing—Prancis, Spanyol—masuk-keluar seenaknya, menjarah kota, merebut wilayah. Pemimpin yang terlalu baik hati digulingkan. Yang terlalu kejam dibunuh rakyatnya sendiri. Aliansi dibuat dan dikhianati dalam hitungan minggu. 

Di tengah kekacauan ini, Niccolò Machiavelli—mantan diplomat Florence yang kehilangan pekerjaan setelah Medici berkuasa—duduk di pengasingan dan menulis manual yang paling jujur, paling brutal, dan paling realistis tentang kekuasaan yang pernah ditulis. 

Dia tidak menulis tentang bagaimana penguasa seharusnya bertindak menurut ajaran Kristen atau filsafat klasik. 

Dia menulis tentang bagaimana penguasa benar-benar bertindak jika mereka ingin bertahan hidup. 

"Banyak orang membayangkan republik dan kerajaan yang tidak pernah terlihat atau diketahui ada," tulis Machiavelli. "Tapi begitu jauh perbedaan antara bagaimana orang hidup dan bagaimana mereka seharusnya hidup, bahwa siapa pun yang meninggalkan apa yang dilakukan demi apa yang seharusnya dilakukan akan belajar tentang kehancurannya, bukan keselamatannya." 

Dengan kata lain: Idealisme akan membunuh Anda. Realisme akan menyelamatkan Anda.

Buku ini kontroversial. Menggelisahkan. Dan sangat relevan—bahkan 500 tahun kemudian.

Mari kita lihat apa yang sebenarnya Machiavelli ajarkan.

 


1 dari 14