Peringatan yang Tidak Didengar
Januari 2020. Charity Dean duduk di kantornya di Sacramento, California, menatap laporan dari Wuhan, China.
Sebagai wakil direktur kesehatan publik California, dia sudah menghabiskan karirnya bersiap untuk momen ini—pandemi yang akan datang. Dia tahu itu bukan pertanyaan "apakah," tapi "kapan."
Dan semua instingnya berteriak: Ini dia. Ini yang kita takutkan.
Dia menelepon CDC. Dia menelepon pejabat federal. Dia mencoba memperingatkan siapa saja yang mau mendengar.
Responsnya? "Jangan panik. Ini hanya flu. Kita punya semuanya di bawah kontrol."
Februari 2020. Carter Mecher, seorang dokter di Veterans Affairs, duduk di rumahnya di Atlanta, melakukan perhitungan matematika sederhana tentang tingkat penularan virus ini.
Hasilnya menakutkan. Jika tidak ada yang dilakukan, jutaan orang Amerika akan mati.
Dia mengirim email ke jaringan rahasianya—sekelompok ilmuwan dan dokter yang dia sebut "The Wolverines"—dengan pesan sederhana: "Kita perlu lockdown. Sekarang. Atau ini akan menjadi bencana."
Maret 2020. Joe DeRisi, ilmuwan biokimia di University of California San Francisco, sudah menciptakan teknologi yang bisa mendeteksi virus apa pun dalam hitungan jam.
Teknologinya bisa mengidentifikasi COVID-19 dengan cepat dan akurat—kunci untuk menghentikan penyebaran.
Tapi FDA menolak mengizinkannya. Terlalu banyak birokrasi. Terlalu banyak peraturan. "Kami perlu waktu untuk review."
Waktu yang tidak mereka punya.
Tiga orang. Tiga peringatan. Tiga solusi yang diabaikan.
Dan hasilnya?
Lebih dari satu juta orang Amerika meninggal.
Michael Lewis, penulis "The Big Short" dan "Moneyball," menghabiskan dua tahun menyelidiki pertanyaan yang menghantui: Bagaimana negara terkaya dan paling maju di dunia bisa gagal begitu spektakuler dalam menghadapi pandemi?
Jawabannya bukan karena kurang pengetahuan. Bukan karena kurang sumber daya. Bukan karena virus terlalu pintar.
Jawabannya adalah: Sistem yang dirancang untuk gagal. Birokrasi yang melumpuhkan inovasi. Dan arogansi yang menolak mendengar peringatan.
"The Premonition" adalah kisah tentang orang-orang yang melihat bencana datang dan mencoba menghentikannya—dan sistem yang menghalangi mereka di setiap langkah.
Ini adalah kisah tentang bagaimana kita bisa berbuat lebih baik. Dan harus berbuat lebih baik. Karena pandemi berikutnya sudah dalam perjalanan.