Malam yang Mengubah Segalanya
London, suatu malam di tahun 1977.
Seorang pria berusia 29 tahun terbangun di tengah malam dengan perasaan teror yang luar biasa. Bukan karena mimpi buruk. Ini adalah kecemasan eksistensial yang telah menjadi teman setianya selama bertahun-tahun—perasaan bahwa hidupnya tidak tertahankan, tidak memiliki makna, dan ia tidak sanggup melanjutkannya.
Malam itu, pikiran yang terus berulang di kepalanya adalah: "Aku tidak tahan lagi hidup dengan diriku sendiri."
Lalu, dalam kegelapan itu, sesuatu yang aneh terjadi. Pikiran itu berhenti di tengah-tengah. Sebuah pertanyaan muncul dalam kesadarannya: Tunggu. Jika aku tidak tahan hidup dengan diriku sendiri, siapa 'aku' dan siapa 'diriku sendiri'? Apakah ada dua orang di sini?
Dalam momen itu, sesuatu dalam dirinya runtuh. Ego yang telah membangun penjara pikirannya selama puluhan tahun tiba-tiba lenyap. Ia merasakan seolah tersedot ke dalam pusaran kekosongan yang dalam.
Ketika ia terbangun keesokan paginya, dunia terlihat berbeda. Semuanya—burung di luar jendela, cahaya matahari menyinari tembok, suara jalanan—tampak segar, murni, dan indah dengan cara yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Eckhart Tolle, pria itu, telah mengalami pencerahan spiritual secara spontan. Dan dari pengalaman itu, ia akan menghabiskan beberapa dekade berikutnya memahami apa yang terjadi dan mengajarkan orang lain bagaimana menemukan kedamaian yang sama.
The Power of Now adalah peta untuk perjalanan itu.