Ukuran teks
18

Pagi yang Mengubah Segalanya

Pukul 7 pagi. Sarah, ibu dari dua anak, sedang berteriak—lagi. 

"BERAPA KALI SIH IBU HARUS BILANG, JANGAN TARUH SEPATU DI SOFA!" 

Anaknya yang berusia 6 tahun, Emma, menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Kemudian berlari ke kamar dan membanting pintu. 

Sarah berdiri sendirian di ruang tamu, dikelilingi mainan berserakan, piring kotor, dan sepatu yang—masih—di sofa. Dia merasa kelelahan. Frustrasi. Dan yang terburuk: bersalah

"Aku hanya ingin rumah yang rapi dan anak yang nurut," batinnya. "Kenapa harus begini susah?" 

Ini adalah pagi kelima berturut-turut minggu ini di mana Sarah berteriak pada anak-anaknya. Dan setiap kali setelah berteriak, dia berjanji pada diri sendiri: "Besok aku akan lebih sabar." Tapi besoknya, siklus yang sama terulang. 

Sarah bukan orang tua yang buruk. Dia mencintai anak-anaknya dengan sepenuh hati. Tapi dia terjebak dalam siklus yang tidak berhasil: berteriak → anak menangis → merasa bersalah → terlalu permisif untuk mengompensasi → anak kembali tidak nurut → berteriak lagi. 

Sampai suatu hari, temannya merekomendasikan buku "Positive Discipline" karya Jane Nelsen. 

"Buku ini mengubah hidupku," kata temannya. "Bukan cuma tentang bagaimana membuat anak nurut. Tapi tentang bagaimana membesarkan anak yang bertanggung jawab, respectful, dan resourceful—tanpa harus berteriak atau menghukum." 

Sarah skeptis. Dia sudah membaca puluhan buku parenting. Tapi dia putus asa. Jadi dia mencobanya.

Tiga bulan kemudian, rumahnya masih berantakan. Anak-anaknya masih membuat kesalahan. Tapi ada yang berbeda: Dia tidak lagi berteriak setiap hari. Emma tidak lagi membanting pintu. Dan yang paling mengejutkan, anak-anaknya mulai membantu tanpa diminta. 

Apa yang berubah? Bukan anak-anaknya. Tapi cara Sarah memandang parenting. 

Jane Nelsen, psikolog dan educator yang telah mengajarkan Positive Discipline selama lebih dari 40 tahun, punya filosofi radikal: 

"Dari mana kita mendapat ide gila bahwa untuk membuat anak berperilaku lebih baik, kita harus terlebih dahulu membuat mereka merasa lebih buruk?" 

Mari kita pelajari pendekatan yang telah mengubah jutaan keluarga di seluruh dunia.

 


1 dari 9