Ukuran teks
18

Di Dalam Mesin yang Mengubah Dunia

Januari 2008. Steven Levy, jurnalis teknologi veteran, berjalan memasuki Googleplex—kampus Google di Mountain View, California. 

Dia bukan tamu biasa. Larry Page dan Sergey Brin—dua pendiri Google—telah memberinya sesuatu yang belum pernah diberikan kepada jurnalis luar mana pun: akses penuh dan tanpa batas ke dalam Google selama lebih dari dua tahun. 

Levy bisa menghadiri meeting rahasia tentang strategi produk. Berbicara dengan engineer tentang algoritma search. Duduk di ruangan ketika keputusan besar dibuat. Bahkan mengakses data internal yang sangat dijaga. 

Mengapa Larry dan Sergey memberikan akses ini? Karena mereka percaya transparansi—sampai titik tertentu. Dan mereka ingin dunia memahami bagaimana Google benar-benar bekerja, bukan hanya dari rumor dan spekulasi. 

Apa yang Levy temukan mengejutkan bahkan untuk seseorang yang telah meliput Silicon Valley selama puluhan tahun: 

Google bukan hanya perusahaan yang membuat search engine bagus. Google adalah eksperimen radikal tentang bagaimana organisasi besar bisa tetap inovatif, cepat, dan fokus pada misi ketika sebagian besar perusahaan besar menjadi birokratis, lambat, dan terdistraksi. 

Tapi cerita ini dimulai jauh lebih sederhana—dengan dua mahasiswa PhD yang frustrasi dengan buruknya search engine di tahun 1996. 

Mari kita mulai dari awal.

 


1 dari 10