Ukuran teks
18

Label yang Membatasi Kita

"Saya memang orangnya pemalu." 

"Saya bukan tipe orang kreatif." 

"Saya selalu begini sejak kecil." 

Berapa kali Anda mengatakan kalimat seperti ini? Berapa kali Anda menggunakan "kepribadian" sebagai alasan untuk tidak berubah, tidak mencoba, tidak tumbuh? 

Sekarang bayangkan ini: Anda mengikuti tes kepribadian online—mungkin MBTI, mungkin enneagram, mungkin tes kepribadian populer lainnya. Hasilnya keluar: "Anda adalah tipe ISFJ" atau "Anda adalah introvert" atau "Anda adalah tipe 4." 

Dan tiba-tiba, Anda punya label. Identitas. Penjelasan untuk semua perilaku Anda.

"Oh, pantas saja saya tidak suka pesta—saya memang introvert." 

"Wajar saya tidak berani public speaking—saya memang pemalu sejak lahir."

"Tidak heran saya tidak bisa jadi pemimpin—kepribadian saya bukan tipe leader." 

Label-label ini terasa seperti kebebasan—akhirnya Anda "memahami diri sendiri." Tapi sebenarnya? Ini adalah penjara. 

Benjamin Hardy, seorang psikolog organisasi dengan gelar PhD, menghabiskan bertahun-tahun meneliti kepribadian manusia dan sampai pada kesimpulan yang revolusioner: 

Kepribadian Anda bukan takdir. Kepribadian bisa diubah. Dan jika Anda percaya kepribadian Anda tetap, Anda sedang membatasi potensi terbesar Anda. 

Dalam "Personality Isn't Permanent," Hardy menantang hampir semua yang kita percaya tentang siapa kita—dan menunjukkan bahwa Anda memiliki kekuatan jauh lebih besar untuk mendesain ulang diri Anda daripada yang pernah Anda bayangkan.

 


1 dari 12