Ukuran teks
18

Rumah di Ujung Jalan yang Menyimpan Kengerian

Bayangkan Anda hidup di London tahun 1953. 

Perang Dunia II telah berakhir delapan tahun lalu, tapi kota masih dipenuhi reruntuhan. Makanan masih dijatah. Kabut tebal beracun sering menutupi jalan-jalan. Banyak orang tinggal di rumah-rumah kumuh yang gelap, lembab, tanpa pemanas memadai. 

Kehidupan sulit. Anda fokus bertahan hidup. 

Lalu pada pagi 24 Maret 1953, seorang pria Jamaika bernama Beresford Brown datang ke 10 Rillington Place di Notting Hill untuk melihat apartemen yang kosong. Pemilik rumah baru saja pergi, dan Brown berharap bisa menyewa tempat itu. 

Dia berjalan ke dapur yang gelap. Ada sesuatu yang aneh—sebuah dinding yang tampak baru diplester. Dia mengetuk. Suaranya berongga. 

Dengan hati-hati, dia mengupas kertas dinding. Merobek plester. Dan menemukan...

Sebuah ruang tersembunyi yang berisi tiga mayat wanita. 

Polisi dipanggil. Mereka menggali lebih dalam. Di bawah lantai ruang depan: mayat seorang wanita lagi. Di taman belakang: tulang-tulang dua wanita lain yang telah mati bertahun-tahun. 

Enam mayat. Satu rumah. 

Berita ini meledak seperti bom di seluruh Inggris. 

Siapa yang melakukan ini? Mengapa? Dan yang paling mengerikan: Polisi pernah menyelidiki pembunuhan ganda di rumah yang sama tiga tahun sebelumnya—dan mereka sudah menggantung orang yang salah.

Kate Summerscale, penulis true crime terbaik Inggris, menghabiskan bertahun-tahun menggali arsip nasional untuk menceritakan kisah ini. Tapi dia melakukannya dengan cara yang berbeda. 

Dia tidak hanya menceritakan tentang pembunuh—dia menceritakan tentang kita semua yang menonton. 

Tentang bagaimana media mengubah tragedi menjadi hiburan. Tentang bagaimana masyarakat mengabaikan korban sampai mereka mati. Dan tentang bagaimana kita semua, tanpa sadar, menjadi pengintip dalam peepshow kengerian. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 12