Ukuran teks
18

47 Hari yang Mengubah Amerika

22 November 1963. Dallas, Texas. 

Pukul 12:30 siang, tembakan merobek udara. Presiden John F. Kennedy terjatuh, kepalanya hancur. 

Di mobil yang sama, duduk seorang pria yang selama tiga tahun merasa hidupnya mati perlahan. Wakil Presiden Lyndon Baines Johnson—pernah menjadi orang paling berkuasa di Washington sebagai Senator—kini hanya bayangan, tidak relevan, hampir terlupakan. 

Dalam hitungan detik, segalanya berubah. 

Pada pukul 2:38 sore hari yang sama, di pesawat Air Force One yang masih terparkir di Dallas, dengan jenazah Kennedy di bagian belakang kabin, Lyndon Johnson mengangkat tangan kanannya dan mengucapkan sumpah sebagai Presiden ke-36 Amerika Serikat. 

Ekspresi wajahnya bukan kemenangan. Bukan kegembiraan. Tapi tekad yang dingin dan keras. 

Apa yang terjadi selanjutnya dalam 47 hari pertamanya sebagai presiden—dari 22 November 1963 hingga 8 Januari 1964—adalah salah satu demonstrasi paling brilian dalam penggunaan kekuasaan politik dalam sejarah Amerika. 

Robert A. Caro, dalam karya monumental "The Passage of Power," tidak hanya menceritakan kisah transisi kepresidenan. Dia mengungkap bagaimana kekuasaan bekerja—bagaimana seseorang bisa kehilangannya, bagaimana merebut kembali, dan yang paling penting, bagaimana menggunakannya untuk mengubah bangsa. 

Ini bukan sekadar biografi. Ini adalah masterclass dalam kekuasaan politik.

Mari kita mulai.

 


1 dari 11