Kalimat Pembuka yang Mengubah Segalanya
Buku ini dibuka dengan satu kalimat yang merangkum seluruh cerita:
"History has failed us, but no matter."
Sejarah telah mengecewakan kita, tapi tidak masalah.
Apa artinya ini?
Bayangkan Anda lahir di negara yang dijajah. Bayangkan Anda terpaksa pindah ke negara lain untuk bertahan hidup. Bayangkan di negara baru itu, Anda diperlakukan sebagai warga kelas dua—tidak peduli berapa lama Anda tinggal, tidak peduli seberapa keras Anda bekerja, tidak peduli bahwa anak-cucu Anda lahir di sana.
Anda tidak boleh memiliki pekerjaan bagus. Tidak boleh punya nama Jepang. Tidak boleh punya hak yang sama. Selamanya menjadi orang luar.
Ini adalah realitas orang Korea di Jepang selama hampir satu abad. Dan "Pachinko" adalah kisah satu keluarga Korea yang bertahan melintasi empat generasi—dari tahun 1910 hingga 1989—dalam dunia yang tidak pernah benar-benar menerima mereka.
Tapi inilah yang luar biasa: mereka tidak hanya bertahan. Mereka hidup dengan martabat.
Min Jin Lee menghabiskan hampir 30 tahun meneliti dan menulis novel ini. Dia mewawancarai ratusan orang Korea-Jepang, mendengarkan kisah mereka yang jarang diceritakan, dan merangkainya menjadi saga keluarga yang akan menghancurkan hati Anda—lalu membangunnya kembali.
Ini bukan hanya cerita tentang Korea dan Jepang. Ini cerita tentang siapa pun yang pernah merasa bukan bagian dari tempat di mana mereka berada. Tentang imigran. Tentang minoritas. Tentang orang-orang yang harus bekerja dua kali lebih keras untuk mendapat setengah pengakuan.