Pertanyaan dari Pohon Berusia 400 Tahun
Bayangkan Anda berdiri di depan pohon sequoia raksasa. Tingginya 80 meter—setinggi gedung 25 lantai. Diameternya 10 meter—butuh 30 orang berpegangan tangan untuk melingkarinya. Usianya 400 tahun.
Ketika pohon ini mulai tumbuh, Shakespeare masih hidup.
Pohon ini melihat seluruh sejarah Amerika—dari koloni hingga iPhone. Dia bertahan dari kebakaran hutan, badai, kekeringan. Dia menyediakan rumah bagi ribuan makhluk. Akarnya terhubung dengan jutaan pohon lain di hutan, berbagi nutrisi dan informasi melalui jaringan bawah tanah.
Lalu suatu hari, sekelompok manusia datang dengan gergaji mesin.
Dalam 15 menit, 400 tahun kehidupan tumbang. Untuk apa? Untuk kayu yang akan menjadi meja, kertas, atau potongan kecil yang bahkan tidak bernilai.
Anda berdiri di depan tunggul yang tersisa. Dan Anda mendengar pertanyaan yang tidak pernah Anda dengar sebelumnya:
"Apakah hidup satu pohon tidak sepenting hidup satu manusia?"
Jika jawaban Anda otomatis "tidak"—pohon tidak punya perasaan, pohon tidak punya kesadaran, pohon hanya sumber daya—maka Anda adalah kebanyakan manusia modern.
Dan Richard Powers menulis "The Overstory" untuk menantang asumsi itu.
Buku ini bukan hanya tentang pohon. Ini tentang bagaimana kita telah lupa bahwa kita adalah bagian dari alam, bukan penguasanya. Tentang bagaimana kesombongan manusia—percaya bahwa hanya kita yang penting—sedang menghancurkan planet.
Tapi ini juga tentang harapan. Tentang bagaimana beberapa orang—orang biasa dengan kehidupan biasa—bangun dari tidur kolektif dan bertindak.
Mari kita masuki hutan. Dan mari kita dengar cerita yang lebih besar dari diri kita sendiri.