Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengguncang Dunia

24 November 1859. Sebuah buku diterbitkan di London. Semua 1.250 eksemplar terjual habis pada hari pertama. 

Buku itu tidak menjanjikan kekayaan. Tidak mengajarkan cara sukses. Tidak berisi cerita petualangan romantis. 

Yang ditawarkannya adalah sesuatu yang jauh lebih radikal: penjelasan baru tentang mengapa Anda ada. 

Penulisnya, Charles Darwin, menghabiskan lebih dari 20 tahun menunda publikasi. Bukan karena datanya kurang. Tapi karena dia tahu apa yang akan terjadi ketika dunia membaca kesimpulannya. 

Dia benar. 

Buku itu memicu kontroversi yang berlangsung hingga hari ini. Gereja marah. Ilmuwan terpecah. Masyarakat terguncang. 

Tapi yang lebih penting dari kontroversi adalah ini: "On the Origin of Species" mengubah selamanya cara manusia memandang kehidupan di Bumi. 

Sebelum Darwin, kebanyakan orang percaya bahwa setiap spesies diciptakan secara terpisah dan tidak berubah sejak awal waktu. Burung adalah burung. Ikan adalah ikan. Manusia adalah manusia. Selamanya begitu. 

Darwin membuktikan sebaliknya: Semua kehidupan terhubung. Semua makhluk hidup—termasuk Anda—adalah keturunan dari nenek moyang yang sama, dimodifikasi melalui miliaran tahun perubahan bertahap. 

Ide ini sederhana. Tapi implikasinya mengguncang fondasi bagaimana manusia memahami diri mereka sendiri.

 


1 dari 14