Ukuran teks
18

Keajaiban dalam yang Biasa

Bayangkan Anda duduk di jendela pesawat, terbang melintasi Atlantik. Di bawah sana, laut biru gelap membentang tanpa akhir. Bagi kebanyakan orang, ini hanya pemandangan indah untuk difoto. 

Tapi bagi Christina Sharpe, pemandangan itu berbisik cerita berbeda. 

Di kedalaman laut itu, ratusan tahun lalu, leluhur-leluhurnya dilempar dari kapal budak. Jutaan tubuh Afrika tenggelam di sana, dirantai, tanpa nama, tanpa makam. Laut Atlantik adalah kuburan terbesar dalam sejarah manusia. 

Dan dia terbang di atasnya, dalam kenyamanan kursi kelas ekonomi, dengan headphone di telinga, minum jus tomat. 

Bagaimana seseorang hidup dengan pengetahuan seperti ini? 

Bagaimana Anda bangun setiap pagi, membuat kopi, mengirim anak ke sekolah, tertawa dengan teman—ketika Anda tahu bahwa dunia ini dibangun di atas tulang-belulang leluhur Anda? Ketika Anda tahu bahwa tubuh yang terlihat seperti tubuh Anda masih diburu, masih dibunuh, masih dianggap ancaman hanya karena keberadaannya? 

Inilah pertanyaan yang Christina Sharpe jalani setiap hari. Dan "Ordinary Notes"—Catatan Biasa—adalah jawabannya. 

Bukan jawaban yang rapi. Bukan manifesto politik. Bukan analisis akademis yang kering. 

Tapi catatan—ratusan catatan kecil tentang kehidupan sehari-hari. Tentang melihat bunga di taman. Tentang kehilangan ibu. Tentang berbelanja di supermarket. Tentang teror polisi. Tentang mencintai. Tentang memasak. Tentang kematian. Tentang keindahan. 

Catatan-catatan "biasa" yang ternyata mengungkap kebenaran luar biasa tentang apa artinya menjadi manusia dalam dunia yang tidak yakin Anda manusia.

 


1 dari 11