Ukuran teks
18

Ketika Option A Menghilang

1 Mei 2015. Sheryl Sandberg sedang berlibur di Meksiko bersama suaminya, Dave Goldberg, dan anak-anak mereka. 

Sore itu, Sheryl pergi ke gym. Dave memutuskan untuk olahraga di gym hotel. "Sampai jumpa nanti," kata mereka satu sama lain. Kata-kata terakhir yang tidak mereka tahu akan menjadi terakhir. 

Satu jam kemudian, Sheryl menemukan Dave tergeletak di lantai gym. Tidak bernapas. Tidak bergerak. 

Dalam sekejap, hidup yang dia kenal—hidup yang dia rencanakan, impikan, bangun—hancur

Dave Goldberg, CEO SurveyMonkey, suami yang dicintai, ayah dari dua anak, meninggal pada usia 47 tahun karena aritmia jantung mendadak. 

Sepuluh hari setelah pemakaman, Sheryl sedang merencanakan kegiatan untuk Hari Ayah bersama sahabatnya, Phil. Dia menangis: "Aku ingin Dave." 

Phil memeluknya dan berkata lembut: "Option A tidak tersedia. Jadi mari kita tendang pantat Option B." 

Dan di situlah istilah "Option B" lahir. 

Option A adalah rencana kita. Kehidupan yang kita bayangkan. Orang yang kita cintai masih di sini. Kesehatan yang kita anggap remeh. Pekerjaan yang kita pikir akan selalu ada. 

Option B adalah ketika Option A meledak di depan mata kita. Ketika orang yang kita cintai meninggal. Ketika kita didiagnosis penyakit serius. Ketika kita kehilangan pekerjaan. Ketika pernikahan berakhir. Ketika impian hancur.

Option B bukan yang kita inginkan. Tapi Option B adalah yang kita punya.

Dan pertanyaannya: Apa yang kita lakukan dengannya? 

Buku ini—yang ditulis Sheryl Sandberg bersama psikolog Adam Grant—adalah tentang bagaimana menghadapi kesedihan yang menghancurkan, membangun ketahanan yang tidak kita tahu kita punya, dan menemukan kembali kegembiraan yang kita pikir hilang selamanya. 

Ini bukan buku tentang "berpikir positif" atau "semuanya terjadi karena alasan." Ini adalah buku tentang menghadapi kenyataan yang mengerikan dan menemukan cara untuk terus hidup—benar-benar hidup, bukan hanya bertahan. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 9