Lima Hari yang Mengubah Segalanya
27 Mei 2012. Marina Keegan, 22 tahun, baru saja lulus dari Universitas Yale.
Empat tahun yang luar biasa. Dia penulis berbakat yang karyanya dimuat di The New York Times. Dramawan yang dramanya dipentaskan off-Broadway. Aktivis yang memimpin gerakan sosial di kampus. Seseorang dengan masa depan yang begitu cerah sampai semua orang bisa melihatnya dari jauh.
Dia punya pekerjaan impian menunggu: di The New Yorker, majalah yang selalu dia impikan.
Lima hari setelah wisuda, dia mengemudi bersama pacarnya di Cape Cod. Mobil mereka tergelincir. Kecelakaan fatal.
Marina meninggal seketika.
Dunia kehilangan seorang penulis muda yang luar biasa—terlalu cepat, terlalu tiba-tiba, terlalu kejam.
Tapi dia meninggalkan sesuatu. Kumpulan tulisan—esai dan cerita pendek—yang dia tulis selama empat tahun di Yale. Tulisan yang begitu hidup, begitu mendesak, seolah dia tahu waktu itu terbatas.
Orang tuanya, dengan hati yang hancur tapi penuh cinta, mengumpulkan tulisan-tulisannya dan menerbitkannya dalam buku berjudul "The Opposite of Loneliness."
Ini bukan hanya buku tentang kematian tragis seorang penulis muda. Ini adalah buku tentang hidup dengan urgensi. Tentang tidak menunda-nunda impian. Tentang menemukan koneksi di dunia yang semakin kesepian.
Dan ironisnya, meskipun ditulis oleh seseorang yang meninggal terlalu muda, buku ini adalah pengingat paling kuat untuk benar-benar hidup.