Ukuran teks
18

Kekuatan Melihat Takdir—dan Kutukan yang Mengikutinya

Bayangkan Anda punya kekuatan super yang semua orang inginkan: 

Anda bisa melihat jodoh seseorang hanya dengan menatap wajah mereka. Dalam sekejap, Anda melihat kehidupan lampau mereka—siapa yang mereka cintai di kehidupan sebelumnya, dan yang paling penting: nama orang itu di kehidupan sekarang. 

Keluarga Anda telah melakukan ini selama ratusan tahun. Dari Korea ke Los Angeles, wanita-wanita Park menjadi pencari jodoh—bukan hanya matchmaker biasa, tetapi matchmaker dengan jaminan 100% karena mereka tahu persis siapa "the one" untuk setiap orang. 

Bisnis Anda, "One & Only Matchmaking," adalah yang paling sukses di LA. Klien berbaris panjang. Semua orang menemukan cinta sejati mereka. Tidak ada yang gagal. 

Kecuali satu orang: Anda. 

Karena 10 tahun lalu, ketika Anda berusia 29 dan takut berakhir seperti ibu Anda yang mati muda karena patah hati, Anda meminta nenek Anda menggunakan kekuatannya untuk Anda. 

"Siapa jodohku?" tanya Anda. 

Dan nenek Anda—dengan mata yang tahu terlalu banyak—melihat wajah Anda, dan berkata:

"Daniel Nam." 

Hanya itu. Nama. Tidak ada foto. Tidak ada alamat. Hanya nama yang sangat umum di komunitas Korea-Amerika. 

Dan sejak itu, Anda menunggu. Mencari. Berharap. 

Tapi 10 tahun berlalu. Anda akan berusia 40 dalam beberapa hari. Dan Daniel Nam masih belum muncul. 

Jadi Anda mulai bertanya: Apakah percaya pada takdir adalah berkat—atau kutukan yang membuat Anda tidak bisa hidup?

Ini adalah cerita Cassia Park—dan ini bukan hanya cerita tentang menemukan cinta. Ini cerita tentang memilih antara apa yang ditakdirkan dan apa yang Anda inginkan. Antara menunggu dengan sabar dan mengambil kendali. Antara percaya pada keajaiban dan percaya pada diri sendiri.

 


1 dari 10