Ukuran teks
18

Ketika Bangun dari Tempat Tidur Terasa Seperti Mendaki Gunung

Bayangkan ini: Alarm berbunyi. Anda membuka mata. Dan hal pertama yang Anda rasakan bukan semangat untuk hari baru. 

Bukan rasa syukur. Bukan harapan. 

Yang Anda rasakan adalah beban yang menghancurkan—beban untuk harus bangun, harus mandi, harus makan, harus berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. 

Tugas-tugas yang bagi orang lain terasa otomatis—menyikat gigi, membuat kopi, membalas pesan—bagi Anda terasa seperti mendaki gunung dengan ransel berisi batu. 

Orang-orang berkata: "Coba lebih positif." "Kamu hanya perlu keluar rumah." "Banyak yang lebih susah dari kamu." 

Seolah-olah depresi adalah pilihan. Seolah-olah Anda bisa "berpikir positif" untuk keluar dari lubang hitam yang menelan Anda. 

Tapi mereka tidak mengerti: Depresi bukan sedih yang bisa diatasi dengan nonton film komedi. Depresi adalah mati rasa, kehampaan yang membuat warna dunia memudar menjadi abu-abu. 

Ini adalah realitas yang dialami protagonis dalam "One Good Thing" karya Georgia Hunter. 

Seorang wanita yang dulunya punya kehidupan yang "sukses" menurut standar dunia—karir yang cemerlang, hubungan yang tampak baik, kehidupan sosial yang aktif. Tapi di dalam, dia tenggelam. 

Dan suatu hari, dia tidak bisa berpura-pura lagi. 

Dia crash.

Buku ini bukan tentang penyembuhan ajaib. Bukan tentang menemukan jawaban dalam semalam. Bukan tentang seseorang yang "memperbaiki" Anda dengan cinta atau motivasi. 

Ini adalah cerita tentang bagaimana seseorang yang berada di titik tergelap dalam hidupnya menemukan jalan kembali—satu hari pada satu waktu, satu hal kecil pada satu waktu. 

Dan mungkin, dalam prosesnya, kita semua bisa menemukan sesuatu yang kita butuhkan.

Mari kita mulai.

 


1 dari 10