Tweet yang Mengubah Segalanya
25 Oktober 2023. Tiga minggu setelah pemboman Gaza dimulai.
Omar El Akkad duduk di rumahnya di Portland, Oregon, melihat berita-berita yang mengalir tanpa henti. Gambar-gambar anak-anak yang terluka. Gedung-gedung hancur. Keluarga yang berteriak kehilangan.
Dan di sisi lain layar, dia melihat politisi Barat yang berbicara dengan hati-hati. Media yang menggunakan bahasa yang "berimbang." Orang-orang yang dia kenal—liberal, progresif, peduli hak asasi manusia—tiba-tiba bungkam atau berbicara dengan berbisik.
Di moment itulah dia mengetik tweet yang akan mengubah hidupnya:
"Suatu hari nanti, ketika sudah aman, ketika tidak ada lagi risiko pribadi untuk menyebut sesuatu dengan nama sebenarnya, ketika sudah terlambat untuk meminta pertanggungjawaban siapapun, semua orang akan selalu sudah menentang hal ini."
Tweet itu dilihat lebih dari 10 juta kali.
Dalam hitungan jam, mentions-nya meledak. Sebagian orang menyebutnya "antisemit." Yang lain menyebutnya "berani." Sebagian mengancam. Yang lain berterima kasih karena akhirnya ada yang mengatakan apa yang mereka rasakan tapi tak berani ucapkan.
Omar El Akkad—novelis pemenang penghargaan, jurnalis veteran, ayah dari dua anak—tiba-tiba menjadi target. Tapi dia juga menyadari sesuatu yang lebih mendalam: tweet itu mengekspos sesuatu yang fundamental tentang bagaimana Barat bekerja.
"One Day, Everyone Will Have Always Been Against This" lahir dari tweet itu. Tapi buku ini jauh lebih dari sekadar kritik terhadap respons Barat atas Gaza.
Ini adalah memoir seorang imigran yang datang ke Barat dengan mata penuh harapan, hanya untuk menemukan bahwa janji-janjinya adalah kebohongan. Ini adalah manifesto dari seorang ayah yang melihat anak-anaknya bermain aman di rumah sementara anak-anak lain dibunuh dengan senjata yang dibiayai negara adopsinya. Ini adalah surat putus cinta yang menyayat hati dengan sebuah peradaban yang mengklaim bermoral tapi membangun kekayaannya di atas tulang-belulang orang lain.
Mari kita mulai dari awal. Dari Cairo, di mana semuanya dimulai.